Home

Tentang LSI Bogor

PERSPEKTIF

KONTAK

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • Pinterest
  • WhatsApp
  • RSS Feed
  • TikTok
laudatosi-bogor.org

laudatosi-bogor.org

Bumi Rumah Kita Bersama

  • Tentang LSI
  • Artikel
  • Kontak
  • Galeri
  • Profil
Search

Kebersihan Makam Yesus : Kebersihan Hati – Kebersihan Ekologis

Avatar Roffie Kurniawan
Roffie Kurniawan
April 6, 2026
Kebersihan Makam Yesus : Kebersihan Hati – Kebersihan Ekologis

Oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM

Salah satu tema menarik untuk direfleksikan pada peristiwa kebangkitan Yesus ialah tema Makam yang kosong. Pada makam yang kosong itu terlihat sekali realitas kebersihan dan keteraturan keadaannya. Bertitik tolak dari kebersihan makam itu, kami merenungkan lebih lanjut tentang kebersihan hati dan kebersihan ekologis, sebagai salah satu pesan Paskah bagi kita. Ketertarikan pada pokok kebersihan ini diinspirasikan oleh perjalanan fisik yang kami lakukan dengan berlayar dari satu pulau ke pulau yang lainnya di bagian selatan Filipina. Kami menyaksikan keindahan alam dan kebersihan laut hasil usaha dan kesadaran manusia yang mendiami pantai-pantai tersebut.

Makam Yesus yang tertinggal rapih dan bersih

Kisah kebangkitan Yesus dituturkan oleh keempat penginjil. Satu hal yang sama tertulis di sana ialah para perempuan dan rasul Petrus serta Yohanes menemukan kubur kosong; mayat Yesus tidak lagi ada di sana. Penginjil Yohanes bertutur: “Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam; maka datanglah simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung” (Yoh 20:3-7).Selain makam yang kosong, tetapi tetap bersih dan rapi, penginjil Mateus menceritakan pula ketakutan pada para penjaga makam, para serdadu sewaan Herodes (Bdk. Mt 28:4). Ada juga malaikat Allah yang memberitahukan kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain, yang datang ke kubur, (Bdk. Mat 28:1) dengan berkata: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; disana kamu akan melihat Dia”.

Kisah para penginjil mengungkapkan keadaan makam setelah Yesus bangkit. Ada kerapihan atau kebersihan yang disaksikan oleh para wanita dan rasul-rasul yang datang ke makam pagi itu. Pada kesempatan Paskah 2026 ini, kami menguraikan secara istimewa kebersihan atau keteraturan makam Yesus yang kami kaitkan dengan kebersihan hati dan kebersihan ekologis. Kebersihan makam Yesus digambarkan oleh penginjil Yohanes khususnya dengan menuturkan secara rinci keberadaan kain-kain yang digunakan untuk menyelimuti mayat Yesus. Terlihat sekali tidak terjadi berserakan, walau terjadi gempa bumi hebat ketika peristiwa kebangkitan terjadi (Bdk. Mat 28:2). Kain kapan terletak di tanah. Kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus, kini ada disamping dan sudah tergulung (rapih) (Lih Yoh 20:7). Ada kerapihan, kebersihan dalam makam. Tentu saja peristiwa kebangkitan serta segala keteraturan, kerapihan (kebersihan makam) merupakan karya Allah. KaryaNya selalu menghasilkan yang baik adanya seperti dalam kisah Penciptaan. “Semua yang diciptakan, semuanya baik”. Demikianlah peristiwa kebangkitan meninggalkan keadaan yang rapih, bersih, teratur di ruang makam yang kosong tanpa jasad Yesus.

Kebersihan ekologis pantai Coron Palawan, Coluan, Cagait

Refleksi sederhana tentang Kebersihan makam Yesus ini menghantar kami untuk berefleksi tentang kebersihan ekologis. Merayakan Paskah Kebangkitan Yesus mesti meneguhkan kita agar tekun meneruskan misi pewartaan ekologis.  Misi pewartaan ekologis itu terkait dengan usaha-usaha konkret kita manusia untuk merawat bumi serta lingkungan hidup manusia, serta menjaga keutuhan makhluk ciptaan Tuhan, termasuk bumi, udara, laut, hutan dan air. Dengan kata lain, iman akan kebangkitan Kristus mesti mempengaruhi perilaku orang terhadap alam semesta serta lingkungan hidupnya. Manusia beriman mesti mengembangkan aksi kebersihan dan kerapihan lingkungan hidupnya dengan inspirasi yang ditimba dari kebersihan makam Yesus yang kosong itu. Manusia Paskah dipanggil untuk mewujudkan perilaku bersaudaranya dengan menjaga serta melestarikan lingkungan hidupnya.

Pengalaman akan kebersihan ekologis ini kami temukan ketika kami melakukan perjalanan dari pulau ke pulau di selatan Philipina. Kami membekali diri dengan semangat Paskah dan melihat implikasi iman Paskah dalam usaha menciptakan dan merawat kebersihan alam dan lingkungannya.

Berangkat menggunakan perahu kecil bermesin dua, kami meninggalkan kota Coron-Palawan menuju kota Coluan dan terus ke kampung kecil Cagait. Sambil menunggu penumpangnya penuh (harus 34 orang), kami bercakap-cakap di tempat penantian di pelabuhan Coron. Kendati tempat penantian itu sederhana dan dihuni orang-orang kecil (penjual makanan ringan di warung-warung sederhana), air laut di pelabuhan tempat perahu-perahu bersandar itu bersih, bening dan bebas sampah. Tidak terlihat sampah-sampah plastik, botol plastik atau sisa barang rumah tangga, kasur atau bantal rusak dan sampah lainnya.  Pemandangan kebersihan pantai dan air lautnya itu amat mengherankan kami. Kami menyaksikan sendiri pantai-pantai yang didiami penduduk di Indonesia umumnya jorok, tidak bersih, dan sisa-sisa sampah berserakan.

Pemandangan akan kebersihan ini tidak berhenti di kota Coron saja. Ketika kami naik ke perahu dan berlayar menuju kota kecil Coluan di pulau Coluan, kami menemukan keadaan yang sama. Pantai Coluan yang dihuni penduduk nelayan sederhana tetap bersih, tak nampak sampah berserakan kesana kemari. Kami berusaha mengamati dari dekat pantainya. Kami mendapat kesempatan untuk singgah di rumah Bapak Andi dan istrinya, Ibu Richi, umat di kota kecil Coluan. Bapak Andi adalah seorang mantan OFM. Dia menjadi pengusaha roti. Rumahnya merapat sampai di bibir pantai; bahkan dia menambahkan sedikit bagian belakang rumahnya, tepat berdiri di atas laut di pinggir pantai. Rumah para tetangga di bagian kanan dan kirinya juga demikian. Kami tidak menemukan sampah-sampah. Air lautnya bersih dan jernih. Hal ini amat berbeda dengan pantai-pantai serta air laut di Indonesia. Kita selalu melihat sampah-sampah plastik, sisa gelas plastik aqua ada dimana-mana, terutama di pantai-pantai yang dihuni banyak orang, maupun pantai pulau-pulau kecil, seperti di pulau Padar, pulau Kelor di perairan Komodo atau pulau Seribu, di perairan Ancol. Kebersihan pantai amat sulit ditemukan di negara kita tercinta, Indonesia.

Formasi kebersihan hati dan kebersihan ekologis

Pertanyaan muncul dalam diri kami: mengapa pantai-pantai di wilayah yang kami lewati dan tinggal di selatan Filipina ini bersih? Apakah ada aturan ketat dibuatkan oleh pemerintah atau Gereja agar rakyatnya menjaga kebersihan? Realita sosial kemasyarakatan antara orang-orang Indonesia dan orang-orang  Filipina – menurut kacamata pribadi kami – tidak terlalu beda jauh. Filipina dan Indonesia sama-sama memiliki ribuan pulau, walau dari segi jumlah pulau, Indonesia memiliki lebih banyak. Tetapi mengapa soal kebersihan pantai dan air lautnya begitu berbeda? Perbedaan begitu mencolok ketika kita meneropong perilaku manusianya Terlihat perbedaan begitu besar antara perilaku orang Indonesia dan orang-orang Filipina, khususnya di daerah Coron- Palawan, Caloan, Cagait dalam berelasi dengan alam ciptaan, khususnya pinggir pantai dan air laut. Sampah-sampah yang bertebaran dan – biasa di mata orang Indonesia – tidak ditemukan di pantai-pantai Coron, Coluon dan Cagait; juga di daerah wisata seperti Laguna Kayangan.  Air lautnya bening, pantainya bersih dari sampah-sampah plastic, sisa-sisa makanan, bungkusan supermie dan bahan sampah plastic lainnya. Kebiasaan suka membuang sampah sembarangan menjadi titik perbedaan prilaku manusianya. Dari realita di beberapa pulau yang kami lalui dan tinggal beberapa hari di tempat itu, kami merasa kagum akan prilaku saudara-saudari kita orang Filipina. Mereka tahu menjaga kebersihan ekologis, walaupun orang-orang itu tergolong orang-orang sederhana secara ekonomis.

Perilaku menjaga kebersihan ekologis tentu merupakan hasil formasi hati, budi, pikiran dan aksi manusia Filipina. Pertanyaannya: model formasi masyarakat seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat umum dan masyarakat adat sehingga terlihat sekali kebersihan ekologis ini ada di beberapa pantai yang kami temui. Soal kemiskinan, soal korupsi, soal perbedaan jenjang kaya-miskin ada kesamaan dengan Indonesia. Tetapi salah satu perbedaan nyata dan mencolok ialah kebersihan ekologis yang terlihat nyata di pantai-pantai serta laut-lautnya. Apakah juga dipengaruhi oleh kebersihan hati yang berbeda? Semoga kebersihan Makam Yesus menginspirasi kebersihan hati serta kebersihan ekologis kita yang merayakan Perayaan Paskah 2026. Selamat Paskah dari Cagait – Mission Station of OFM Manila.

 

Oleh: Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM

Cagait – Friary of Portiuncula – Paskah, 4 April 2026

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured Articles

  • Kebersihan Makam Yesus : Kebersihan Hati – Kebersihan Ekologis

    Kebersihan Makam Yesus : Kebersihan Hati – Kebersihan Ekologis

    April 6, 2026
  • Agustinus Harsono Terpilih Sebagai Ketua Laudato Si Chapter Bogor

    Agustinus Harsono Terpilih Sebagai Ketua Laudato Si Chapter Bogor

    November 2, 2025
  • Gerakan LSI, Lembaga Pendidikan Katolik Luncurkan Modul Pendidikan Laudato Si

    Gerakan LSI, Lembaga Pendidikan Katolik Luncurkan Modul Pendidikan Laudato Si

    September 12, 2025
  • Perayaan 10 Tahun Laudato Si’ di Sentul City Disisi dengan Seminar, Bazaar & Perayaan Ekaristi

    Perayaan 10 Tahun Laudato Si’ di Sentul City Disisi dengan Seminar, Bazaar & Perayaan Ekaristi

    September 8, 2025

Search

Author Details

www.laudatosi-bogor.org

Ini merupakan website resmi Laudato Si Chapter Bogor, yang merupakan bagian dari Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI).

  • X
  • Instagram
  • TikTok
  • Facebook

Follow Us on

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • VK
  • Pinterest
  • Last.fm
  • TikTok
  • Telegram
  • WhatsApp
  • RSS Feed

Categories

  • Berita Umum (1)
  • Laudato Si Bogor (1)
  • Laudato Si Nasional (1)
  • Perayaan 10 Tahun Laudato SI' (1)

Archives

  • April 2026 (1)
  • November 2025 (1)
  • September 2025 (2)

Tags

HUT10LaudatoSi laudatosibogor laudatosiindonesia LaudatoSimovement

About Us

Laudato Si Chapter Bogor

Laudato Si Chapter Bogor merupakan bagian dari Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) dan gerakan Laudato Si’ global (Laudato Si’ Movement) yang terinspirasi dari Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’ untuk merawat bumi sebagai rumah bersama dengan menggalakkan pertobatan ekologis, perubahan gaya hidup, dan aksi nyata menjaga lingkungan demi keadilan iklim dan ekologis.

Latest Articles

  • Kebersihan Makam Yesus : Kebersihan Hati – Kebersihan Ekologis

    Kebersihan Makam Yesus : Kebersihan Hati – Kebersihan Ekologis

    April 6, 2026
  • Agustinus Harsono Terpilih Sebagai Ketua Laudato Si Chapter Bogor

    Agustinus Harsono Terpilih Sebagai Ketua Laudato Si Chapter Bogor

    November 2, 2025
  • Gerakan LSI, Lembaga Pendidikan Katolik Luncurkan Modul Pendidikan Laudato Si

    Gerakan LSI, Lembaga Pendidikan Katolik Luncurkan Modul Pendidikan Laudato Si

    September 12, 2025

Categories

  • Berita Umum (1)
  • Laudato Si Bogor (1)
  • Laudato Si Nasional (1)
  • Perayaan 10 Tahun Laudato SI' (1)
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • X
  • VK
  • TikTok

@Laudato Si’ Chapter Bogor 2025 | Designed by rambuwebsitemaker.com

Scroll to Top